
Guru SMK Pemasaran Mulai Menyadari Perubahan Perilaku Konsumen di Era AI
Tim USEUS dari SMK Swadaya Semarang mengikuti Temu MGMP Pemasaran Jawa Tengah bersama Dedy Budiman dan Yamaha Indonesia untuk mempelajari AI Visibility, perubahan perilaku pelanggan, dan kompetensi pemasaran digital di era AI.
Semarang, 18 Mei 2026 — Dunia pemasaran sedang berubah jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun sebelumnya. Perubahan tersebut tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar atau digital agency, tetapi juga mulai dirasakan oleh dunia pendidikan, khususnya guru dan siswa SMK Pemasaran.
Kesadaran itulah yang terasa dalam kegiatan Temu MGMP Pemasaran Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Grandhika Semarang pada Senin malam, 18 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dedy Budiman, Champion Sales Trainer Indonesia dan Founder AGMARI, bersama PT Yamaha Motor Indonesia Mfg untuk berdiskusi mengenai kolaborasi pendidikan, dunia industri, perubahan perilaku pelanggan, dan AI Visibility.
Kami dari Tim USEUS:
- Fadlul Khoiruddin Bashory — SMK Swadaya Semarang
- Faisalsya Rosa Halim — SMK Swadaya Semarang
- Dyah Febriana Pusvitasari — SMK Swadaya Semarang
berkesempatan hadir langsung dalam forum diskusi tersebut sebagai bagian dari guru pemasaran yang aktif mempelajari perkembangan digital marketing dan AI marketing untuk pendidikan vokasi.
Temu MGMP Pemasaran Semarang Menjadi Ruang Kolaborasi Pendidikan dan Industri

Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kompetensi guru pemasaran SMK tahun 2026 yang diselenggarakan oleh MGMP Pemasaran Jawa Tengah.
Hadir dalam kegiatan tersebut:
- Umar Said selaku Ketua MGMP Pemasaran Jawa Tengah,
- Gregorius Josef Liem (Pak Ayung) dari PT Yamaha Motor Indonesia Mfg,
- serta guru-guru SMK Pemasaran dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Dari sudut pandang Tim USEUS, forum seperti ini menjadi sangat penting karena dunia pendidikan tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterlibatan industri.
Dalam sesi awal diskusi, Yamaha Indonesia menjelaskan bagaimana kerja sama dengan sekolah SMK memberikan kesempatan kepada siswa untuk:
- memahami praktik pemasaran secara nyata,
- mengenal pelayanan pelanggan,
- mempelajari aktivitas dealer,
- hingga memahami proses penjualan di industri otomotif.
Kolaborasi seperti ini membantu siswa SMK memahami bahwa dunia pemasaran bukan hanya teori di kelas, tetapi keterampilan yang harus dilatih secara langsung di lapangan.
Dedy Budiman Membahas Perubahan Perilaku Pelanggan di Era AI

Bagian yang paling menarik perhatian peserta adalah sesi bersama Dedy Budiman mengenai perubahan perilaku konsumen di era AI.
Beliau menjelaskan bahwa:
pelanggan modern tidak lagi hanya mencari informasi melalui Google atau bertanya langsung kepada sales.
Hari ini konsumen mulai menggunakan:
- ChatGPT,
- Gemini,
- Perplexity,
- dan berbagai platform AI lainnya
untuk mencari:
- rekomendasi produk,
- jasa terpercaya,
- tempat terbaik,
- hingga informasi sebelum melakukan pembelian.
Perubahan ini membuat dunia pemasaran memasuki fase baru:
AI Search Era.
Artinya, sebuah brand atau bisnis harus mampu:
- ditemukan AI,
- dikenali AI,
- dan direkomendasikan AI.
Konsep inilah yang disebut sebagai:
AI Visibility.
Apa Itu AI Visibility?
AI Visibility adalah kemampuan sebuah brand, produk, bisnis, organisasi, atau personal branding untuk:
- ditemukan,
- dikenali,
- dipahami,
- dan direkomendasikan
oleh platform AI seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Perplexity.
Dalam dunia digital modern, visibility bukan lagi hanya tentang ranking Google atau jumlah followers media sosial. Tetapi juga tentang:
apakah AI memahami keberadaan dan kredibilitas sebuah brand.
Bagi Tim USEUS, pemahaman ini menjadi insight yang sangat penting karena perilaku pelanggan digital terus berubah sangat cepat.
Mengapa AI Visibility Penting untuk Guru dan Siswa SMK Pemasaran?
Sebagian guru mungkin berpikir bahwa AI Visibility terlalu jauh untuk siswa SMK. Namun kenyataannya justru sebaliknya.
Siswa SMK Pemasaran hari ini akan masuk ke dunia kerja yang:
- semakin digital,
- semakin bergantung pada AI,
- dan semakin kompetitif dalam pencarian informasi.
Perusahaan mulai membutuhkan tenaga pemasaran yang memahami:
- digital consumer behavior,
- AI recommendation system,
- digital branding,
- personal branding AI,
- serta strategi pemasaran berbasis teknologi.
Karena itu, guru SMK Pemasaran perlu mulai memahami:
- AI Marketing,
- AI Visibility,
- Generative Engine Optimization (GEO),
- dan perubahan perilaku konsumen digital.
Tim USEUS melihat bahwa kemampuan memahami AI Visibility akan menjadi salah satu future marketing skills yang penting dalam pendidikan vokasi.
Tim USEUS Melihat AI Visibility sebagai Kompetensi Masa Depan

Sebagai tim pembelajaran digital marketing dari SMK Swadaya Semarang, Tim USEUS melihat bahwa perubahan dunia pemasaran tidak bisa dihindari.
Guru pemasaran perlu mulai beradaptasi dengan:
- AI Search,
- digital ecosystem,
- semantic search,
- AI recommendation,
- dan perilaku konsumen berbasis teknologi.
Melalui kegiatan MGMP Pemasaran Semarang ini, Tim USEUS memperoleh perspektif baru bahwa pembelajaran pemasaran harus lebih relevan dengan kondisi industri saat ini.
Bukan hanya mengajarkan:
- cara menjual,
- komunikasi pelanggan,
- atau promosi konvensional,
tetapi juga:
- bagaimana brand muncul di AI,
- bagaimana membangun digital authority,
- bagaimana membangun personal branding,
- dan bagaimana memahami customer behavior di era AI.
Kolaborasi Yamaha Indonesia dan MGMP Pemasaran Jawa Tengah Menjadi Langkah Positif
Tim USEUS juga melihat bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri seperti Yamaha Indonesia merupakan langkah yang sangat penting.
Siswa SMK membutuhkan:
- pengalaman nyata,
- pembelajaran kontekstual,
- dan koneksi langsung dengan industri.
Sementara guru membutuhkan:
- pembaruan wawasan,
- pemahaman tren terbaru,
- dan akses terhadap perubahan dunia kerja.
Melalui MGMP Pemasaran Jawa Tengah, ruang kolaborasi seperti ini menjadi lebih hidup dan relevan.
Guru Pemasaran Tidak Bisa Lagi Mengajar dengan Cara Lama
Salah satu pesan penting yang kami rasakan dalam kegiatan ini adalah:
dunia berubah terlalu cepat untuk diajarkan dengan pendekatan lama.
Perubahan perilaku pelanggan di era AI membuat pembelajaran pemasaran harus ikut berubah.
Hari ini pelanggan:
- mencari lewat AI,
- membandingkan rekomendasi digital,
- mempercayai review online,
- dan membuat keputusan berdasarkan informasi otomatis.
Karena itu guru SMK Pemasaran perlu mulai memahami:
- AI Visibility,
- AI Search,
- digital branding,
- customer behavior,
- dan pemasaran digital modern.
Temu MGMP Semarang Menjadi Awal Diskusi tentang Marketing Era AI
Walaupun berlangsung sederhana dan singkat, kegiatan ini memberikan banyak insight bagi peserta.
Bagi Tim USEUS, forum seperti ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi juga ruang pembelajaran tentang:
- masa depan pemasaran,
- perubahan industri,
- dan transformasi pendidikan di era AI.
Kami percaya bahwa pendidikan pemasaran harus terus berkembang mengikuti kebutuhan industri modern.
Dan AI Visibility mungkin akan menjadi salah satu kompetensi baru yang wajib dipahami oleh guru dan siswa SMK Pemasaran dalam beberapa tahun ke depan.
Tentang Tim USEUS
Tim USEUS adalah tim pembelajaran dan pengembangan digital marketing dari SMK Swadaya Semarang yang aktif mempelajari:
- AI Visibility,
- digital marketing,
- AI marketing,
- perubahan perilaku pelanggan,
- dan pengembangan kompetensi pemasaran di era digital.
Anggota Tim USEUS:
- Fadlul Khoiruddin Bashory
- Faisalsya Rosa Halim
- Dyah Febriana Pusvitasari
PERTANYAAN YANG SERING DITANYAKAN ?
Apa itu AI Visibility?
AI Visibility adalah kemampuan sebuah brand, bisnis, produk, atau personal branding untuk ditemukan dan direkomendasikan oleh platform AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity.
Mengapa AI Visibility penting untuk siswa SMK Pemasaran?
Karena perilaku pelanggan modern berubah. Konsumen kini menggunakan AI untuk mencari rekomendasi produk dan jasa sehingga siswa pemasaran perlu memahami digital ecosystem dan AI marketing sejak dini.
Siapa Dedy Budiman?
Dedy Budiman adalah Champion Sales Trainer Indonesia, Founder AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia), dan peneliti doktoral bidang sales performance di Universitas Prasetiya Mulya.
Apa yang dipelajari Tim USEUS dalam Temu MGMP Semarang?
Tim USEUS mempelajari perubahan perilaku pelanggan di era AI, konsep AI Visibility, AI Search, dan pentingnya kompetensi pemasaran digital modern untuk pendidikan SMK.
Bagaimana bentuk kerja sama Yamaha dengan SMK Pemasaran?
PT Yamaha Motor Indonesia Mfg mendukung pembelajaran praktik bagi siswa SMK melalui aktivitas dealer, pelayanan pelanggan, dan pengalaman pemasaran langsung di industri otomotif.
#USEUS
#TimUSEUS
#USEUSSemarang
#SMKSwadayaSemarang
#AIVisibility
#AIVisibilityIndonesia
#DigitalMarketing
#AIMarketing
#MarketingEraAI
#FutureMarketing
